Langsung ke konten utama

Perihal memotret diam-diam

Dokumentasi pribadi
Perihal memotret diam-diam
Menurutmu kenapa para selebritis kadang kala merasa kesal jika diambil potretnya oleh paparazi padahal foto-foto mereka sudah begitu bertebaran di mana-mana? Padahal mereka sangat sering melakukan pemotretan, syuting, atau apapun yang menyebabkan wajah mereka akan dibidik-masuk tv-majalah-maupun di bungkus-bungkus kemasan suatu produk?.
Mungkin salah satu alasannya karena memotret secara sembunyi-sembunyi adalah hal yang melanggar privasi. Soal privasi, sebagian orang mungkin akan merasa risih dan terganggu jika batas batas privat itu dilangkahi secara sengaja oleh orang lain.
Dan tanggapan seseorang terhadap seorang yang begitu lancang itu berbeda-beda. Ada yang mungkin menganggapnya hal yang tidak perlu dipikirkan terlalu serius berpikir mereka bukan orang pengibg maupun artis. Mungkin ada yang akan begitu marah mencecar dengan semua kosa-kata celaan yang tersusun rapi diingatan ketika menangkap basah orang dengan kategori di atas. Ada juga jenis manusia yang  akan diam saja-mungkin akan menyingkir- tanpa memperpanjang masalah, tanpa susah payah adu argumen, memarahi ataupun misuh. Orang dengan kategori ini mungkin adalah pemikir, dia tidak banyak berkata-kata tapi merasa begitu tersinggung sayangnya tidak bisa ataupun tidak tega menguuarkan sumpah serapah, sayangnya beberapa orang dalam kategori ini akan langsung mengubah pernilaian terhadap orang tersebut mungkin karena menjadi begitu ilfil. entah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terpesona "Cincin Merah Di Barat Sonne"

Terpesona "Cincin Merah Di Barat Sonne" 1 Awalnya aku membersihkan deretan rak buku di pojok kiri tempat tidurku. Sekitar satu meter dari pintu yang terbuka.  Membersihkan rak buku di malam hari sebenarnya bukan kebiasaanku.   Apalagi mengingat aku adalah orang yang cukup malas untuk meneliti dan menjaga buku bebas dari debu setiap hari,  Biasanya cukup membersihkannya 3 hari sekali selebihnya aku hanya menata agar buku-buku itu tidak terlihat berantakan. Aku membersihkan deretan panjang kumpulan kertas yang berisi ribuan kata itu sebagai penghilang jenuh setelah sekian waktu berkutat kepada materi kuliah yang besok akan diujikan,  Pekerjaan yang membosankan. Lalu setelahnya,  Mataku menemukan satu buku,  Sampul dominan biru laut monoton dengan judul yang cukup menarik, "Cincin Merah Di Barat Sonne, Andi Arsana, " bisikku sambi memiringkan kepala ke kanan untuk membaca judul lebih jelas. Aku ingat buku ini belum pernah aku baca,  Tidak semua buku y...

Sepenggal

Dokumentasi pribadi Selamat pagi. Menapak menuju persimpangan. Sunyi membikin kegamangan tak sudah-sudah. Ah adakah yang lebih pekat dari hitam kopimu?. Mari kembali berbincang tentang pilihan yang datang mendesak. Jika suatu pagi kau sudi tandang, kusuguhkan secangkir kopi yang mengepul, menemani kita yang sedang meruntut kisah rumit. Cepatlah, karena di satu waktu ada saatnya aku harus berjalan-bertemu persimpangan dan harus memilih dengan matang. Mari, aku punya kopi hitam yang akan menemani ceritaku yang panjang. Dan membosankan.

Tentang

Di kedalaman matamu, ada sewujud sungai. Tersembunyi di antara ribuan sinar. Sungai yang beriak pelan mengalur sepanjang pandang. Ada wujud yang disembunyikannya di tengah malam. Diantara ribuan lelap dan mimpi, Tentang sepi yang menyakitkan, tentang hal mudah yang tak terkatakan. Sungai itu begitu dalam, begitu kelam.