Langsung ke konten utama

pekat kopi



Kau berjalan terlalu jauh, padahal disini gulita
Ada kerikil yang kau rasakan perlahan mengelitik kakimu

Dokumentasi pribadi.
Ada lumpur yang basah singgah disana
Bermain dengan jemari
Tetap saja kau meraba masa lalu

Disana ada kita menjelma kopi
Hitam-pekat-sedikit manis.
Ada satu yang mengendap di cangkir itu; hatiku hatimu.
Mari menyeruput sedikit.
Ada lelah disana, searoma napas kita yang terengah bersama menyisakan ruap yang membuat semakin nikmat
Kopi adalah kita ketika zaman tak lagi usang
Menikmati rasa bersama, ada puisi yang tiba tiba saja tercipta di tembok itu
Puisi tentang kisah kita yang tak semanis kisah rangga dan cinta
Ah, kawan kopi kita tinggal sedikit, lalu habis
Ada yang enggan pergi dari masa itu; ingatan
Ada yang tersisa di cangkir kopi ; pekat hatiku hatimu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berawal dari Setapak Keyakinan

Berawal dari Setapak Keyakinan* Judul Buku   : Yasmin Penulis.         : Diyana Millah Islami Penerbit         : Bunyan (PT Bentang Pustaka) Tahun Terbit : pertama, 2014 ISBN.             : 978-602-291-013-8 Diyana Millah Islami adalah penulis asal Situbondo yang merupakan pemenang pertama dalam lomba menulis 1000 wajah muslimah yang didakan bentang pustaka. Novel yang berhasil menarik perhatian para juri itu berjudul Yasmin. Dalam novel Yasmin ini berkisah tentang seorang gadis kecil bernama Yasmin di daerah pinggiran kota Jember yang sangat ingin merasakan menjadi seorang santri, tapi keinginan kuatnya tersebut harus juga berhadapan dengan keteguhan hati emak untuk tidak mengizinkan putrinya dengan alasan tak adanya yang menjaga sang keponakan yang ditinggal mati ibunya dan tak ada yang membantu sang ibu dalam keperluan mengurus keperluan rumah tangga karena ibunya harus menggantikan sang ayah meng...

Tentang

Di kedalaman matamu, ada sewujud sungai. Tersembunyi di antara ribuan sinar. Sungai yang beriak pelan mengalur sepanjang pandang. Ada wujud yang disembunyikannya di tengah malam. Diantara ribuan lelap dan mimpi, Tentang sepi yang menyakitkan, tentang hal mudah yang tak terkatakan. Sungai itu begitu dalam, begitu kelam.