Langsung ke konten utama

Menjelang dini hari


Dahulu waktu mengendap diamdiam dan muncul membawa uluran tangan dari perjanjian yang tak terduga: pertemanan capung dan kupu-kupu mengisi malam-malam senyap.

Waktu-artian aku dan kamu- melahirkan anak serupa kata-kata yang saling bercakap dengan malam yang berlari menuju ketiadaan. Malam ini, hujan menjadi begitu sabar membuahi bumi, sedang disana ada dinding tak kasat mata yang dibangun: menggoda bahwa ada bau laut, ikan menggelepar di belai angin, dan doa ulat yang mengiris hati ingin menjelma kupu-kupu di sampingmu.

Sebab sesuatu yang berasal dari titik-titik, membuat segala menjadi tak terduga bagiku. Bagimu sesuatu (serupa siulan dan nyanyian ombak) menghantam membikin merinding ketakutan merapatkan selimut, "aku sendiri" katamu mencoba menebas bayangan yang kau ciptakan sendiri.

Demi percakapan tengah malam yang. menawarkan pertemanan aneh dengan barang-barang aneh dan suasana yang mendadak saja berubah aneh. Membuatku candu. Aku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berawal dari Setapak Keyakinan

Berawal dari Setapak Keyakinan* Judul Buku   : Yasmin Penulis.         : Diyana Millah Islami Penerbit         : Bunyan (PT Bentang Pustaka) Tahun Terbit : pertama, 2014 ISBN.             : 978-602-291-013-8 Diyana Millah Islami adalah penulis asal Situbondo yang merupakan pemenang pertama dalam lomba menulis 1000 wajah muslimah yang didakan bentang pustaka. Novel yang berhasil menarik perhatian para juri itu berjudul Yasmin. Dalam novel Yasmin ini berkisah tentang seorang gadis kecil bernama Yasmin di daerah pinggiran kota Jember yang sangat ingin merasakan menjadi seorang santri, tapi keinginan kuatnya tersebut harus juga berhadapan dengan keteguhan hati emak untuk tidak mengizinkan putrinya dengan alasan tak adanya yang menjaga sang keponakan yang ditinggal mati ibunya dan tak ada yang membantu sang ibu dalam keperluan mengurus keperluan rumah tangga karena ibunya harus menggantikan sang ayah meng...

Tentang

Di kedalaman matamu, ada sewujud sungai. Tersembunyi di antara ribuan sinar. Sungai yang beriak pelan mengalur sepanjang pandang. Ada wujud yang disembunyikannya di tengah malam. Diantara ribuan lelap dan mimpi, Tentang sepi yang menyakitkan, tentang hal mudah yang tak terkatakan. Sungai itu begitu dalam, begitu kelam.